72 Petugas Pastikan Kesehatan dan Keamanan Hewan Ternak Kurban di Purbalingga
Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga telah mengerahkan 72 petugas, termasuk dokter hewan dan mantri hewan, untuk memastikan kesehatan dan keamanan hewan kurban menjelang Idul Adha. Pengawasan intensif dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya, dan pemeriksaan hewan kurban berlangsung dari hari pertama hingga selesai hari tasyrik. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa daging hewan kurban memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) dan dapat dikonsumsi masyarakat dengan aman. Selain itu, penyakit seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan penyakit mulut dan kuku (PMK) juga menjadi fokus pengawasan. Semua petugas telah dilatih dan dipersiapkan dengan baik untuk menjalankan tugas mereka.

INDONEWSPORTAL.COM - Dalam rangka memastikan kesehatan dan keamanan hewan kurban menjelang Idul Adha, Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga telah mengerahkan 72 orang petugas yang terdiri dari dokter hewan, mantri hewan, dan penyuluh pertanian di setiap kecamatan.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, melalui Kabid Perlindungan Pertanian, drh Edi Setyanta, menjelaskan bahwa pengawasan dan pengobatan terhadap hewan ternak, termasuk pemberian vitamin dan obat cacing, telah dilakukan sejak 2-3 bulan yang lalu di Puskeswan.
Menjelang Idul Adha, pengawasan ini ditingkatkan dengan melibatkan 72 petugas yang lebih intensif dalam menjalankan tugas mereka.
“Pengawasan hingga pengobatan sudah dilakukan sejak 2-3 bulan lalu. Menjelang Idul Adha, 72 petugas tersebut lebih intensif bekerja,” kata Edi Setyanta pada Rabu, 13 Juni 2024.
Edi menjelaskan bahwa pemeriksaan hewan kurban dilakukan sejak hari pertama hingga hari tasyrik. Harapannya, 1-2 hari setelah hari tasyrik, data mengenai hewan kurban yang dibutuhkan sudah dapat diperoleh. Para petugas pemeriksa diminta bekerja dengan baik, teliti, serta mencatat dan melaporkan hasil pemeriksaan dengan rapi.
“Para petugas akan memeriksa hewan kurban sehingga dagingnya dapat dipastikan ASUH dan aman dikonsumsi masyarakat,” tambah Edi.
Sebelum menjalankan tugasnya, para petugas pemeriksa hewan kurban telah mengikuti rapat koordinasi yang membahas berbagai materi, termasuk teknik penyembelihan hewan yang halal.
Edi Setyanta menegaskan bahwa semua petugas sudah dibekali materi dan kemampuan lapangan yang mumpuni. Selain itu, hewan ternak yang masuk ke Kabupaten Purbalingga juga telah diantisipasi dengan berkas surat sehat hewan.
Dalam pengawasan ini, petugas juga memperhatikan keberadaan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi/kerbau dan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih ada di peternak Kabupaten Purbalingga.
Meskipun jumlah kasus semakin menurun, perhatian terhadap penyakit ini tetap dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.
“Kami memastikan hewan ternak yang masuk sudah diantisipasi dengan berkas surat sehat hewan,” tegas Edi Setyanta.
Dengan langkah-langkah intensif yang diambil oleh Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, diharapkan hewan kurban yang akan disembelih pada perayaan Idul Adha tahun ini dapat dipastikan kesehatannya dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.